Sabtu, 14 September 2013

moment smkn winongan

Ratusan Siswa SMKN 1 Winongan Pasuru Demo Minta Kepsek Mundur Senin, 9 April 2012 17:38 WIB Share TRIBUNJATIM.COM,PASURUAN-Sekitar 800 siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Winongan Pasuruan Jawa Timur berunjuk rasa menuntut Kepala Sekolah Nur Kholis untuk mundur dari jabatan, Senin (9/4/2012). Mereka menilai Kepala Sekolah bersikap arogan karena melarang masuk siswa yang telat membayar Sumbangan Pembangunan Pendidikan (SPP). Siswa juga menuding Nur Kholis diduga mengorupsi uang sumbangan untuk kegiatan ekstra kulikuler (ekskul). Meski berlangsung spontan, aksi unjuk rasa yang digelar di depan halaman sekolah melibatkan siswa kelas X, XI, dan XII serta mendapatkan pengawalan aparat kepolisian setempat. Berbagai yel-yel bernada hujatan terhadap Nur Kholis terdengar keras. Bahkan berbagai spanduk besar dan kertas bertuliskan kecaman terhadap Nur Kholis dibentangkan. Koordinator siswa, Maki Hasanudin, mengatakan tindakan kepala yang melarang masuk siswa karena alasan telat membayar SPP sangat arogan. "Seharusnya dia memberikan contoh yang baik, bukan melarang untuk masuk," ujarnya. Para siswa juga menuduh Nur Kholis telah menyelewengkan dana tambahan ekstra kulikuler. Penyelewengan itu, kata mereka, berbagai aktivitas, seperti Pramuka, sepak bola, dan bola voli, tidak bisa berjalan maksimal. Padahal selama ini, siswa diwajibkan membayar Rp 75.000 per bulan. Untuk meredam aksi, pihak kepolisian memfasilitasi dialog perwakilan siswa dengan Nur Kholis.Di hadapan ratusan siswa, Nur Kholis langsung membantah semua tudingan. "Semua siswa bisa masuk sekolah dan mengikuti ujian. Tapi pada siswa yang belum membayar SPP, saya sarankan untuk mengurus ke bendahara sekolah lebih dulu," terangnya. Sedangkan soal dugaan penyelewengan ekstra kulikuler, dia menyatakan selama ini semua kegiatan kesiswaan dapat berjalan sesuai rencana. Namun akibat banyaknya pembayaran SPP yang telat, sejumlah kegiatan ekstra kulikuler tidak terealisasinya. "Bisa dikonfirmasi ke bendahara. Sekolah bahkan punya utang Rp 40 juta untuk kegiatan siswa," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar